PROFIL PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
Sejarah Perpustakaan STMKG
Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) didirikan pada 1955 di ITB Bandung, lalu dipindahkan ke Jakarta pada 1960 dan berada di bawah Pusat Meteorologi dan Geofisika. Pada 1978 namanya berubah menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Meteorologi dan Geofisika (BPLMG) di bawah Departemen Perhubungan, sebelum kembali menjadi AMG pada 2000 dengan kampus di Bintaro. Sejak 2005, AMG berada di bawah Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), yang kemudian berganti nama menjadi BMKG pada 2008. Melalui Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2014, AMG resmi berubah menjadi Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG). Pada 2024, STMKG meresmikan kampus barunya di Tangerang dengan fasilitas pendidikan dan riset modern.
Perpustakaan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) mendapatkan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) ketika mengikuti Bimbingan Teknis Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) pada 19-21 Oktober 2022 di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang, Banten. NPP merupakan pemberian kode identitas pada setiap unit perpustakaan di seluruh Indonesia, di bawah koordinasi PNRI berdasarkan kode provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kode jenis perpustakaan, status perpustakaan, dan nomor urut perpustakaan.
Sistem pengelolaan dan layanan Perpustakaan STMKG berbasis automasi, yaitu menggunakan aplikasi Senayan Library Management System (Slims) yang sudah lama digunakan oleh perpustakaan pada umumnya, terutama perpustakaan perguruan tinggi. Alat penelusuran sumber bahan pustaka pun sudah berbasis online, yaitu Online Public Access Catalog (OPAC).