ABSTRAK Thunderstom merupakan salah satu fenomena cuaca yang terjadi akibat aktifitas awan konvektif yaitu awan Cumulunimbus ( Cb) . Awan terbentuk karena adanya massa udara naik dan terjadi kondensasi. Jika suatu parsel udara diberi gaya dorong maka akan terjadi tiga kemungkinan yaitu labil, stabil dan netral. Sedangkan faktor faktor yang menyebabkan udara dapat terangkat naik yaitu Peman…
ABSTRAK Hujan es (hail) merupakan salah satu penomena yang jarang terjadi, karena Indonesia termasuk dalam wilayah tropis. Kejadian hujan es jarang teramati atau terdeteksi oleh stasiun stasiun meteorologi kerena waktu kejadiannya singkat dan luasannya yang relatif sempit. Pada penulisan ini, dengan menganalisis data cuaca permukaan sebelum, sesaat dan setelah kejadian di Pondok Betung, …
ABSTRAK Fenomena hujan lebat, angin ribut, angin kencang, dan puting beliung saat ini sangat sering terjadi di Indonesia. Kejadiannya yang sangat mendadak sehingga sulit untuk diperkirakan. Fenomena ini terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang menghasilkan badai guntur/Thunderstorm. Badai guntur terjadi akibat labilitas keadaan atmosfer yang menyebabkan mekanisme penga…
ABSTRAK Karakteristik cuaca pada musim transisi akan banyak mengakibatkan terjadinya cuaca yang bersifat ekstrim, cakupan cuaca ekstrim tersebut memiliki sifat yang lokal (1-5 km). Cuaca ekstrim yang sering ditimbulkan yaitu curah hujan yang tinggi dengan periodenya yang singkat, kadangkadang disertai dengan angin kencang (Puting Beliung), Petir serta Hujan Es (Hail) Dalam Analisa Huja…
ABSTRAK Angin puting beliung adalah angin kencang yang berputar yang keluar dari a Cumulunimbus (Cb) dengan kecepatan lebih dari 34,8 knot atau 64,4 Km/jam dan terjadi dawaktu singkat. Pada tanggal 22 Oktober 2010 di Kampung Ojar, Desa Cilangkap, KalanganLebak terjadi angin puting beliung yang disertai hujan deras yang mengakibatkan ratusan rumarusak berat yang terjadi sekitar jam 15.00 W…
ABSTRAK Dalam pengertian meteorologi labilitas udara adalah pergerakan massa udara secara vertikal atau juga perpindahan sifat udara. Pada keadaan labil massa udara yang terangkat keatas akan terus bergerak dengan gradasi yang makin cepat sehingga potensi terbentuknya aktifitas fenomena cuaca semakin besar. Salah satu aktifitas fenomena cuaca yang terbentuk adalah awan Cumulonimbus (Cb). Awan…
ABSTRAK Fenomena cuaca berupa angin puting beliung dan angin kencang merupakan fenomena cuaca yang sering terjadi di Indonesia. Fenomena ini terjadi sangat mendadak sehingga sulit diperkirakan. Fenomena-fenomena tersebut disebabkan karena adanya sel badai guntur (badai guntur) yang terjadi akibat adanya keadaan udara yang labil dan dapat diperkuat oleh adanya gangguan-gangguan cuaca. Dala…
Abstrak Kejadian hujan es yang terjadi di Ruteng tanggal 6 November 2014 merupakan kejadian hujan es yang menarik untuk dianalisis. Analisis hujan es di Ruteng menggunakan data pengamatan permukaan, data satelit MTSAT dan data reanalysis ECMWF. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kondisi labilitas atmosfer dan adanya aktivitas konvektif serta mengetahui suhu puncak awan saat terjadi …
INTISARI KAJIAN METEOROLOGI TERHADAP HUJAN ES DI RUTENG (Studi Kasus Tanggal 22 Oktober 2013, 5 – 6 November 2014) Oleh Dyah Safitri Maharani 14.14.0042 Kejadian hujan es yang terjadi di Ruteng tanggal 22 Oktober 2013 dan 5 – 6 November 2014 merupakan kejadian hujan es yang menarik untuk dianalisis. Analisis hujan es di Ruteng menggunakan data pengamatan permukaan, data satelit MTS…