Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan, yang akibatnya mudah terjadi proses konvektif diatas Benua Maritim Indonesia (BMI) yang menyebabkan pola hidup awan Cumulonimbus (Cb) sangat cepat dan pendek. Hal ini biasanya dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, thunderstorm, angin kencang dan lain–lain. Oleh karena itu, dengan adanya satelit himawari-8 dapat membant…
ABSTRAK Awan Cumulonimbus adalah awan yang sangat padat dengan perkembangan vertikal yang tinggi dengan bentuk menyerupai gunung atau menara-menara raksaksa. Pertumbuhannya terjadi apabila dari 3 unsur utama yaitu adanya inti kondensasi, adanya uap air, dan adanya daya yang mengangkat uap air dari inti kondensasi tersebut. Kelembaban udara dan Suhu udara permukaan juga termasuk unsur pemben…
ABSTRAK Dalam pengertian meteorologi labilitas udara adalah pergerakan massa udara secara vertikal atau juga perpindahan sifat udara. Pada keadaan labil massa udara yang terangkat keatas akan terus bergerak dengan gradasi yang makin cepat sehingga potensi terbentuknya aktifitas fenomena cuaca semakin besar. Salah satu aktifitas fenomena cuaca yang terbentuk adalah awan Cumulonimbus (Cb). Awan…
ABSTRAK Keberadaan awan Cumulonimbus sering dikaitkan dengan terjadinya cuaca ekstrim di suatu tempat. Pada tanggal 21 Januari 2014 terjadi banjir yang melanda wilayah Lombok, yang mengganggu aktifitas kepariwisataan. Salah satu instrument yang dapat memonitor cuaca buruk adalah radar cuaca. Keuntungan radar cuaca adalah dapat memonitor kondisi cuaca pada area yang cukup luas secara r…
ABSTRAK Informasi cuaca untuk penerbangan memegang peranan yang sangat penting dalam kelancaran dan keselamatan penerbangan. Bagi dunia penerbangan, awan merupakan salah satu hal yang dapat menentukan kelancaran serta keselamatan penerbangan, terutama jenis awan Cumulonimbus (Cb). Awan cumulonimbus memiliki karakteristik yang berbeda-beda di setiap tempat dan setiap bulan. Dengan melaksa…