Jurnal
ANALISIS KEJADIAN HUJAN SANGAT LEBAT DI CURUG (Studi Kasus Tanggal 9 Februari 2015)
Indonesia merupakan negara maritim atau kepulauan terbesar di dunia yang dikelilingi oleh lautan di dua pertiga bagiannya. Tingginya pemanasan yang bersumber dari sinar matahari, kaya akan butiran uap air serta tingginya kelembapan udara, hal ini merupakan lahan yang subur bagi pembentukan cuaca terutama bagi pertumbuhan awan-awan konvektif yang menyebabkan terjadinya badai guntur/Thunderstorm. Kejadian hujan sangat lebat yang terjadi di wilayah Curug pada 9 Februari 2015 dengan curah hujan diatas 100 mm/hari akan menjadi obyek pada penelitian ini. Dalam penelitian hujan sangat lebat ini digunakan data reanalysis ECMWF, data satelit MTSAT, serta data observasi permukaan Stasiun Meteorologi Curug. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus tentang kejadian hujan sangat lebat di Curug. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa dari ketiga kejadian hujan sangat lebat tersebut disetiap kejadian dipengaruhi adanya pola angin yang membentuk daerah konvergensi yang disertai perlambatan kecepatan angin, nilai vortisitas yang kuat, kelembapan udara yang relatif basah hingga lapisan 700 hPa serta suhu puncak awan yang mencapai hingga -70 °C.
| JURPDFM16191.1 | 551.5 RIY a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain