Jurnal
ESTIMASI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN METODE CONVECTIVE STRATIFORM TECHNIQUE (CST) DI WILAYAH STASIUN METEOROLOGI BANDARA INTERNASIONAL LOMBAK
Pengamatan curah hujan permukaan saat ini dengan menggunakan penakar hujan otomatis maupun konvensional masih memiliki kekurangan dalam hal resolusi spasial. Hal tersebut dikarenakan masih kurang rapatnya jaringan penakar hujan sehingga masih terdapat beberapa wilayah yang tidak tercakup data curah hujannya. Hal ini berbeda dengan pengamatan penginderaan jarak jauh menggunakan satelit yang memiliki cakupan spasial yang luas. Untuk saat ini penginderaan jarak jauh yang memiliki resolusi spasial dan temporal yang cukup baik untuk wilayah Indonesia adalah satelit Himawari-8. Akan tetapi data keluaran satelit Himawari-8 tersebut masih berupa suhu puncak awan sehingga perlu dimasukkan ke dalam persamaan rain rate untuk mendapatkan nilai estimasi curah hujan dalam satuan milimeter (mm). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Convective Stratiform Technique (CST) yang mengklasifikasikan awan ke dalam jenis stratiform dan cumuliform. Kemudian mencari nilai estimasi curah hujan menggunakan tiga persamaan yaitu Adler dan Negri (1988), Vicente dkk.(1998) dan Islam dkk.(2002) untuk mencari persamaan mana yang paling sesuai untuk diterapkan di wilayah kajian. Hasil yang diperoleh dari analisis estimasi curah hujan menggunakan time lag 1, 2 dan 3 diperoleh nilai korelasi yang cukup baik untuk bulan November 2015 dengan menggunakan persamaan Vicente. Sementara untuk estimasi curah hujan harian, korelasi yang paling baik juga diperoleh pada bulan November 2015 dengan nilai korelasi 0,75 menggunakan persamaan Vicente.
| JURPDFM16190.1 | 551.5 SUH e | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain