Jurnal
Uji Sensitivitas Parameterisasi Cumulus (Studi Kasus Hujan Lebat Di Samarinda Pada Tanggal 27 November 2014, 2 Desember 2014 Dan 21 Desember 2014)
Sepanjang tahun 2014 lalu, terjadi beberapa kali kejadian hujan lebat di wilayah Samarinda, diantaranya pada tanggal 27 November, 2 Desember dan 21 Desember 2014. Hujan lebat ini umumnya terjadi sejak pagi hingga sore hari dengan jumlah curah hujan kumulatif maksimum mencapai 81,7 milimeter untuk kejadian tanggal 21 Desember 2016. Hujan lebat ini memicu banjir di wilayah Samarinda yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi, transportasi, kesehatan dan sektor lainnya. Model cuaca numerik WRF-ARW di-running untuk mensimulasikan kejadian hujan lebat ini. Untuk menentukan parameterisasi cumulus yang sesuai untuk wilayah Samarinda, dilakukan uji sensitivitas dari tiga skema parameterisasi Cumulus, yaitu Kain Fritcsh (KF), Betts-Miller-Janjic (BMJ) dan Grell Freitas (GF). Hasil verifikasi dari ketiga kasus hujan lebat menunjukkan bahwa skema KF memiliki nilai akurasi dan bias yang paling baik dibandingkan skema BMJ dan GF yaitu masing masing 0,87 dan 1,17. Nilai POD pada skema KF dan BMJ memiliki nilai yang sama yaitu 0,83. Sedangkan nilai FAR pada skema BMJ memiliki nilai yang paling baik yaitu 0,14. Performa model yang diverifikasi dengan indeks verifikasi TS pada skema KF memiliki nilai yang paling baik yaitu 0,67.
| JURPDFM16189.1 | 551.5 ABD u | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain