Jurnal
ANALISA CURAH HUJAN PADA SAAT KEJADIAN BORNEO VORTEKS MENGGUNAKAN VORTISITAS POTENSIAL DI STASIUN METEOROLOGI SUPADIO PONTIANAK BULAN JANUARI 2015
Borneo vorteks merupakan salah satu fenomena sinoptik yang berupa sirkulasi siklonik yang terjadi di pantai barat pulau Kalimantan. Akitivitas monsun dingin Asia seringkali dikaitkan dengan kejadian Borneo vorteks ini, dimana disaat monsun Asia melewati Laut Cina Selatan dan bertemu dengan angin pasat tenggara ditambah dengan faktor topografi dari pulau Kalimantan maka terbentuklah pola siklonik yang biasa dikenal dengan Borneo vorteks. Dalam penelitian ini, digunakan parameter vortisitas potensial guna mengetahui kekuatan serta masa hidup dari Borneo vorteks. Lokasi terjadinya Borneo vorteks, secara tidak langsung juga memberikan dampak terhadap intensitas curah hujan. Analisis vortisitas potensial dilakukan di level tekanan yaitu lower tropospheric. Dari hasil analisis tersebut, didapatkan hasil bahwa nilai vortisitas potensial lebih besar atau sama dengan 0.5 PVU dapat memperpanjang masa hidup dari Borneo vorteks lebih dari satu hari (> 24 jam), dimana pada saat lokasi Borneo vorteks di kuadran I dan IV, curah hujan yang terjadi di Stasiun Meteorologi Supadio cukup tinggi bila dibandingkan pada kuadran II dan III.
| JURPDFM16187.1 | 551.5 MAR a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain