Compact Disc
JURNAL SIMULASI MESOSCALE CONVECTIVE SYSTEM MENGGUNAKAN MODEL WRF-ARW DI MAKASSAR (Studi Kasus Tanggal 6 & 8 Desember 2014)
Mesoscale Convective System (MCS) banyak aktif Di Benua Maritim seperti Asia
Tenggara khususnya Indonesia. Fenomena ini mampu menghasilkan area awan
Cumulonimbus yang luas (ratusan hingga ribuan km) dengan masa hidup yang lebih
panjang (lebih dari tiga jam). Identifikasi dan pelacakan MCS dengan menggunakan Radar
cuaca dilakukan dengan melihat parameter yaitu, daerah mininum minimal (luasan)
1250km², untuk reflektivitas threshold >20 DBZ, setidaknya memiliki masa hidup 1 jam.
Model WRF masih belum mampu merepresentasikan kondisi Mesoscale
Convective System dengan baik. Dari analisis dinamika MCS yang terjadi di Makassar
menggunakan model WRF diketahui proses terjadinya MCS sangat dipengaruhi dengan
besarnya nilai CAPE yang terjadi sekitar Laut Jawa, proses terjadinya MCS diperlukan
sebuah kolam dingin (cold pool) yang luas dan juga aktif dalam waktu yang lama, serta
pola angin seringkali terjadi downdraft pada lapisan bawah dan juga pada beberapa lokasi
terdapat arus siklonik pada lapisan ±500mb.
Kata Kunci : MCS, Radar,WRF – ARW
| JURPDFM00060.1 | 551.5 NUR j | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain