Compact Disc
JURNAL INTERPRETASI RADAR CUACA SEBAGAI KAJIAN PUTING BELIUNG DAN ANGIN KENCANG WILAYAH JAWA TIMUR (Studi Kasus Sidoarjo, Bangkalan dan Pasuruan)
ABSTRAK
Berdasarkan data BNPB terjadi kurang lebih 610 kejadian puting beliung di Indonesia selama kurun waktu tahun 2011 sampai dengan 2014. (http://bnpb.go.id). Perlu diketahui bahwa puting beliung biasa disebabkan oleh awan cumulonimbus. Sedangkan tidak semua awan Cumulonimbus menyebabkan puting beliung. Puting beliung sangatlah singkat dan sulit untuk dideteksi. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi puting beliung adalah radar cuaca serta didukung data radiosonde. Pada penelitian ini dispesifikasikan di wilayah Jawa Timur dengan merujuk pada teori tornado genesis dengan pola – pola bow echo, hook echo dan mesocyclone. Rawdata yang digunakan adalah reflectifity untuk melihat bow echo, hook echo dan comma echo dari produk CMAX dan CAPPI (dBz) overlay SWI sedangkan data velocity untuk melihat pola mesocyclone yang diolah menggunakanCAPPI (V) overlay HWIND. Dari analisis yang dilakukan diperoleh bahwa wilayah Bangkalan terlihat adanya pola bow echo dan mesocyclone serta kecepatan angin mencapai 25 knot. Sedangkan di wilayah Pasuruan teramati pola hook echo dan mesocyclone dengan kecepatan angin mencapai 30 knot. Daerah Sidoarjo meskipun terlihat adanya cluster awan cumulonimbus namun tidak menunjukkan karakteristik puting beliung melainkan angin kencang lainnya. Pada ketiga kejadian ini kondisi atmosfer tidak stabil sehingga berpotensi menimbulkan cuaca buruk.
Kata kunci : puting beliung, radar cuaca, bow echo, hook echo, mesocyclone
| JURPDFM00049.1 | 551.5 MUZ | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain