Compact Disc
JURNAL ANALISIS HUBUNGAN OCEANIC NINO INDEX DENGAN SPI DAN SPEI DALAM MENENTUKAN TINGKAT KEKERINGAN DI KALIMANTAN BARAT
Kalimantan barat adalah provinsi yang digolongkan dalam daerah tropik basah, karena curah hujan
yang tinggi sepanjang tahun. Masyarakat daerah yang terbiasa dengan kondisi basah, akan kesulitan
apabila beradaptasi dengan daerah kering. Pada tahun 2010, telah dikembangkan Indeks kekeringan
baru yaitu Standardized Precipitation Evapotranspiration Index (SPEI) sebagai penyempurnaan dari
Standardized Precipitation Index (SPI). Kedua indeks kekeringan tersebut dihubungkan dengan
Oceanic Nino Index (ONI) untuk melihat indeks yang mempunyai korelasi terbesar. Daerah
penelitian mencakup provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data pengamatan
meteorologi dari tujuh stasiun pengamatan dan data ONI dari NOAA periode (1985-2010). Dalam
perhitungannya metode yang digunakan adalah SPI dan SPEI tiga bulanan. Studi kasus saat terjadi
El Nino kuat 1997 serta El Nino menengah 2002 dilakukan untuk melihat perbedaan tingkat
kekeringan. Analisis hubungan antara SPI, SPEI dan kaitannya dengan Oceanic Nino Index (ONI)
dilakukaan dengan metode korelasi sederhana. Perbedaan tingkat kekeringan yang signifikan terjadi
saat El Nino 1997 dan 2002. Perbedaan kedua indeks terlihat SPI lebih ekstrim dibandingkan SPEI.
Korelasi kedua indeks dengan ONI menunjukkan SPEI mempunyai korelasi lebih besar dibanding
SPI. Kedua indeks mempunyai korelasi dengan ONI bulanan lebih besar pada bulan Agustus hingga
Desember pada periode yang lebih lama.
Kata Kunci : Kekeringan, Standardized Precipitation Index (SPI), Standardized Precipitation
Evapotranspiration Index (SPEI), Oceanic Nino Index (ONI)
| JURPDFK00025.1 | 551.6 HID j | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain