Compact Disc
JURNAL KAJIAN AMBANG BATAS INDEKS STABILITAS UDARA SAAT KEJADIAN HUJAN LEBAT DAN BADAI GUNTUR DI MAKASAR
Abstrak
Badai guntur merupakan fenomena beresiko bagi penerbangan yang dihindari oleh semua jenis pesawat sedangkan hujan lebat dapat mengurangi jarak pandang. Penelitian ini bertujuan menganalisis ambang batas indeks stabilitas udara berupa indeks Showalter dan indeks K menggunakan metode Sturges untuk membuat interval ambang batas baru saat kejadian hujan lebat dan badai guntur yang sesuai untuk wilayah Makasar. Kejadian badai guntur lebih banyak terjadi di musim transisi dengan ambang batas baru indeks Showalter menunjukkan lebih dari 80 % kejadian terjadi pada interval kelas -0,1-3,0 dan ambang batas baru indeks K menunjukkan lebih dari 75 % terjadi pada interval kelas 31,1-39,0. Kejadian hujan lebat lebih banyak terjadi di puncak musim hujan dengan ambang batas baru indeks Showalter dan indeks K menunjukkan lebih dari 60 % kejadian terjadi pada interval kelas -1,0-1,0 dan 30,1-36,0. Kejadian hujan lebat disertai badai guntur lebih banyak terjadi di puncak musim hujan dan musim transisi dengan ambang batas baru indeks Showalter menunjukkan lebih dari 47% kejadian terjadi pada interval kelas -1,0-1,0 dan ambang batas baru indeks K menunjukkan lebih dari 60 % terjadi pada interval kelas 32,1-38,0. Kejadian badai guntur, hujan lebat, dan hujan lebat disertai badai guntur di Wilayah Makasar terjadi saat kondisi atmosfer tidak stabil.
Kata kunci: Hujan lebat, badai guntur, indeks Showalter, indeks K, metode Sturges
| JURPDFM00012.1 | 551.5 BAN j | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain