Compact Disc
JURNAL PREDIKSI AWAL MUSIM HUJAN MENGGUNAKAN PARAMETER SEA SURFACE TEMPERATURE DI PANGKALPINANG
Indonesia memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Awal musim dan
periode musim hujan dan kemarau tidak selalu sama di setiap wilayah. Hal ini dikarenakan pola
curah hujan suatu wilayah selain dipengaruhi oleh faktor global seperti El Nino/La Nina, Dipole
Mode juga dipengaruhi oleh kondisi geografi dan topografi yang berbeda-beda pula. Pangkalpinang
memiliki pola hujan monsunal yangmana musim hujan dan kemarau dapat dibedakan dengan jelas.
Informasi mengenai prediksi awal musim hujan dan kemarau sangat diperlukan bagi masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi Sea Surface Temperature terhadap awal
musim hujan di Pangkalpinang serta membuat model prediksi awal musim hujan dengan
menggunakan prediktor SST. Penelitian ini memanfaatkan data model ITACS JMA untuk
melakukan prediksi Awal Musim Hujan (AMH) di Pangkalpinang dengan menggunakan data
selama 34 tahun periode 1981-2014. Dalam penelitian ini digunakan metode prediksi yaitu
metode regresi linier berganda. Evaluasi hasil dari prediksi AMH menggunakan metode kontingensi
dan Root Mean Square Error (RMSE). Model persamaan linier berganda dengan menggunakan
prediktor SST dapat menghasilkan prediksi AMH dengan kebenaran prediksi “sesuai prediksi”
sebesar 50% dan penyimpangan prediksi sebesar ± 3 dasarian.
Kata kunci : El Nino/La Nina, Dipole Mode, AMH, RMSE
| JURPDFK00001.1 | 551.6 YUL j | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain