Skripsi
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR TANAH DAN AWAL MUSIM UNTUK PENENTUAN KALENDER TANAM PADI DAN JAGUNG DI KABUPATEN MAROS
Kabupaten Maros memiliki potensi kawasan pertanian pangan pada lahan kering. Namun, pertanian di lahan kering bergantung pada curah hujan untuk sumber airnya, karena pertanian ini dilaksanakan di atas lahan tanpa penggunaan irigasi. Penyusunan neraca air dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas lahan kering dalam penentuan pola tanam yang sesuai dengan ketersediaan air tanah. Periode tanam yang disusun sebagai suatu kalender didasarkan pada ketersediaan air tanah (KAT) yang diperoleh dari hasil neraca air tanaman. Secara umum, di Kabupaten Maros terjadi penurunan KAT terjadi pada saat musim kemarau, dan membutuhkan 8 hingga 11 dasarian untuk berada di bawah titik layu permanen, dan membutuhkan 3 hingga 4 dasarian dari awal musim hujan untuk mencapai kapasitas lapang. Waktu tanam di Kabupaten Maros dapat dimulai pada bulan Desember, dan memiliki pola tanam padi dan jagung yang sama.
| 201553004.1 | K 15 004 MAL a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain