Skripsi
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PANGAN DI JAWA TIMUR
Informasi cuaca khususnya curah hujan sangat penting bagi petani dalam menentukan pola tanam yang baik untuk meningkatkan produktivitas. Intensitas dan pola curah hujan tidak selalu sama sepanjang tahun, maka kita harus mengkaji lebih dalam pola tersebut. Untuk mengetahui hasil produktivitas pangan per tahun dilakukan dengan cara membentuk persamaan regresi linier sederhana berdasarkan curah hujan tahunan wilayah Jawa Timut. Persamaan regresi tersebut digunakan untuk mengisi kekosongan data produktivitas pangan yang ada di kecamatan-kecamatan Jawa Timur. Data estimasi produktivitas pangan di wilayah Jawa Timur (1991-2010) dikorelasikan terhadap curah hujan tahunan (1991-2010) berdasarkan kalender tanam untuk mengetahui pola hubungannya. Setiap wilayah yang ada di Jawa Timur memiliki pola hubungan yang berbeda-beda antara curah hujannya dan produktivitas pangan di masing-masing kecamatan. Dari hasil korelasi antara curah hujan terhadap produktivitas padi bahwa korelasi positif yang paling kuat terjadi di Bojonegoro sebesar 0,59 sedangkan korelasi negatif yang paling kuat terjadi di Sumenep sebesar -0,36. Korelasi antara curah hujan terhadap produktivitas jagung bahwa korelasi positif yang paling kuat terjadi di Bondowoso sebesar 0,56 sedangkan korelasi negatif yang paling kuat terjadi di Banyuwangi sebesar -0,70. Korelasi antara curah hujan terhadap produktivitas jagung bahwa korelasi positif yang paling kuat terjadi di Banyuwangi sebesar 0,51 sedangkan korelasi negatif yang paling kuat terjadi di Tuban sebesar -0,55.
| 201553016.1 | K 15 016 SET p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain