Skripsi
STUDI HUBUNGAN ANTARA SUDUT PENUNJAMAN LEMPENG INDO-AUSTRALIA - EURASIA TERHADAP TATANAN TEKTONIK OVERRIDING PLATE
Studi Hubungan Antara Sudut Penunjaman Lempeng Indo-Australia –
Eurasia Terhadap Tatanan Tektonik Overriding Plate
Oleh:
Zulfiana Listyaningrum
34.14.0035
Penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia di kawasan
Indonesia bagian barat merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktifitas
sesimik yang tinggi. Hal ini menandakan bahwa penunjaman kedua lempeng
tersebut memiliki pergerakan yang sangat aktif. Untuk itu perlu dilakukan
penelitian tentang bagaimana bentuk geometri lempeng Indo-Australia – Eurasia
mengingat seringnya terjadi gempabumi signifikan di daerah tersebut.
Penelitian ini mencakup wilayah barat Sumatera sampai dengan selatan
Kepulauan Nusa Tenggara yaitu dari 900 BT – 1200 BT dan 100 LU – 150 LS. Data
yang digunakan adalah data dari katalog EHB (Engdahl Hills Bulland) dan ISC
(International Seismology Center) dari tahun 1978 – 2008. Data gempa tersebut
diolah menggunakan metode irisan vertikal dan regresi polynomial orde 3
kemudian dipetakan menggunakan Software Generic Mapping Tools (GMT).
Selanjutnya dilakukan penghitungan sudut penunjaman lempeng pada lempeng
bagian dangkal dan lempeng bagian dalam. Hasil dari penelitian ini menyatakan
bahwa secara garis besar wilayah sepanjang zona penunjaman Indo-Australia –
Eurasia memiliki sudut penunjaman lempeng bagian dangkal (0-25 km) kurang dari
400. Sedangkan untuk penunjaman lempeng bagian dalam (lebih dari 100 km)
hanya dimiliki oleh wilayah selatan Jawa hingga Nusa tenggara dengan sudut
penunjaman antara 600 sampai 730. Analisa bentuk overriding plate menunjukkan
bahwa penunjaman lempeng ini dapat dibagi menjadi tiga wilayah yaitu wilayah
barat yang mencakup bagian barat Sumatera, wilayah tengah yang mencakup
bagian selatan Jawa dan wilayah timur yang mencakup bagian selatan Bali hingga
Nusa Tenggara. Wilayah barat memiliki slab yang pendek dan terbentuk fore arc
di sebelah barat pulau utama. Wilayah tengah memiliki slab yang relative panjang
dan tidak ada bentukan tektonik selain pulau utama. Wilayah timur timur memiliki
slab yang panjang namun patah di bagian tengah dan terbentuk back arc di sebelah
utara kepualuan utama.
kata kunci : subduksi, overriding plate, sudut penunjaman
| 201552035.1 | G 15 035 LIS s | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain