Skripsi
STUDI AWAL PERBANDINGAN SENSITIFITAS PARAMETER BAHAYA SEISMIK DI WILAYAH BALI
STUDI AWAL PERBANDINGAN SENSITIFITAS PARAMETER
BAHAYA SEISMIK DI WILAYAH BALI
Oleh
Yogha Mahardikha Kuncoro Putra
34.14.0033
Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik yang
yang tinggi, termasuk di pulau Bali. Sehingga dalam perencanaan pembangunan
bangunan perlu mempertimbangkan aspek-aspek kegempaaan. Salah satu analisis
bahaya kegempaan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode
Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Dasar teori yang digunakan
adalah menggunakan teorema probabilitas total. Data yang digunkan adalah data
dari katalog gempabumi Engdahl, ANSS USGS, dan BMKG. Dalam
pengerjaannya digunakan program USGS-PSHA 2007 yang juga digunakan oleh
Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010 untuk memperoleh peta percepatan tanah
di batuan dasar untuk probabilitas terlampaui 10 % dalam 50 tahun atau disebut
peta hazard. Selain itu penulis juga bermaksud mengetahui sensitifitas perubahan
beberapa parameter seismic hazard seperti metode declustering, parameter
pembobotan Ground Motion Prediction Equations (GMPE) dan penambahan
pembobotan pada tipe gempabumi normal, serta perubahan nilai b, sebagai input
software PSHA. Hasil yang diperoleh adalah nilai Percepatan Tanah Maksimum
di wilayah Bali berkisar antara 0.15-0.3 g. Sedangkan untuk perbandingan
sensitifitas parameter seismic hazard diperoleh kalau perubahan parameter
pembobotan GMPE merupakan yang paling sensitif merubah hasil peta hazard.
Kata kunci : GMPE, PSHA, Percepatan Tanah Maksimum, Peta Hazard
| 201552033.1 | G 15 033 PUT s | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain