Skripsi
IDENTIFIKASI POLA TEKTONIK DAERAH BALI - NUSA TENGGARA TIMUR BERDASARKAN TOMOGRAFI KECEPATAN GELOMBANG P TECTONIC PATTERN IDENTIFICATION OF BALI – EAST NUSA TENGGARA BASED ON P-WAVE VELOCITY TOMOGRAPHY
Identifikasi Pola Tektonik Daerah Bali – Nusa Tenggara Timur Berdasarkan Tomografi Kecepatan Gelombang P
Oleh
Muhammad Fahmi Nugraha
34.14.0018
Bali – Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah seismik aktif karena wilayah ini merupakan bagian dari busur sunda. Aktivitas seismik umumnya berasal dari subduksi lempeng Indo-Australia, patahan naik busur belakang, dan juga aktivitas vulkanis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola tektonik wilayah Bali hingga Nusa Tenggara Timur berdasarkan tomografi kecepatan gelombang P. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode simultan menggunakan software Simulps12, dimana metode ini mampu merelokasi hiposenter gempabumi serta memberikan gambaran struktur kecepatan tiap lapisan yang dilewati oleh gelombang P. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data katalog yang berasal dari Seiscomp BMKG pada periode pengamatan April 2009 – Juni 2015. Sebanyak 2901 kejadian gempabumi yang diolah dalam penelitian ini berasal dari 22 stasiun pencatat dengan minimal 6 fase gelombang P tercatat.
Hasil relokasi menunjukkan pola sebaran gempabumi yang didominasi oleh gempa-gempa dangkal di wilayah selatan daerah penelitian, dan semakin ke arah utara semakin dalam yang mengindikasikan bahwa gempa tersebut berasal dari zona subduksi. Pola kelurusan gempa-gempa dangkal di utara wilayah penelitian berasosiasi dengan patahan naik busur belakang.
Tomogram hasil inversi menunjukkan fenomena tektonik yang dapat diidentifikasi sebagai berikut, yaitu: (1) Anomali kecepatan gelombang P positif yang membentuk pola konsisten hingga kedalaman 700 km berasosiasi dengan slab subduksi lempeng Indo-Australia. (2) Anomali kecepatan gelombang P negatif pada kedalaman 30 km di bawah wilayah penelitian menunjukkan suatu pola yang berasosiasi dengan barisan gunung api dan hasil segmen irisan vertikal menunjukkan keberadaan dapur magma gunung api. (3) Wilayah batas antara anomali negatif dan anomali positif di utara wilayah penelitian berasosiasi dengan patahan naik busur belakang. (4) Semakin ke arah timur sudut tunjaman subduksi semakin curam, dan ketebalan slab subduksi bervariasi antara 45 km – 76 km.
Kata Kunci: Anomali Kecepatan gelombang P , Bali, Nusa Tenggara, Tomografi, Relokasi Hiposenter
| 201552018.1 | G 15 018 NUG i | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain