Skripsi
ESTIMASI CURAH HUJAN DARI CITRA SATELIT DENGAN MENGGUNAKAN SATAID DAN AUTO ESTIMATOR DI WILAYAH SIBOLGA (BULAN DESEMBER 2012 DAN APRIL 2014) ESTIMATION OF RAINFALL FROM SATELLITE IMAGERY USING SATAID (SATELLITE ANIMATION AND INTERACTIVE DIAGNOSIS) AND
INTISARI
ESTIMASI CURAH HUJAN DARI CITRA SATELIT DENGAN MENGGUNAKAN SATAID DAN AUTO ESTIMATOR
DI WILAYAH SIBOLGA
(BULAN DESEMBER 2012 DAN APRIL 2014)
Oleh
NIA KLAUDIA GINTING
14.14.0021
Satelit cuaca berfungsi sebagai pengindera jarak jauh (remote sensing) untuk memperoleh informasi berupa data cuaca atau gambar dari suatu obyek yang sedang diamati. Memantau dan memotret gejala cuaca yang terjadi di permukaan bumi, antara lain pergerakan awan dan presipitasi secara real time. Salah satu parameter cuaca yang dapat teramati oleh satelit cuaca adalah suhu puncak awan dengan channel infrared menggunakan metode Auto Estimator.
Data citra satelit MTSAT channel IR1 yang digunakan adalah data citra satelit bulan Desember 2012 dan April 2014. Untuk keperluan validasi dipakai data observasi Stasiun Meteorologi Pinangsori-Sibolga. Hasil estimasi curah hujan menggunakan metode Auto Estimator dibandingkan dengan data curah hujan aktual hasil pengamatan, hal ini dilakukan untuk mengetahui hubungan keakuratan dengan mencari nilai penyimpangan (Root Mean Square Error, RMSE).
Berdasarkan hasil kajian diperoleh untuk bulan Desember 2012, tingkat keakuratan prediksi curah hujan dengan metode Auto Estimator 64.52% - 83.87% dan bulan April 2014 adalah 83.87% - 87.10%. Dan untuk tingkat keakuratan prediksi curah hujan >20mm/hari di Stasiun meteorologi Pinangsori-Sibolga pada bulan Desember 2012 adalah 71.42% dan bulan April 2014 adalah 100%.
Kata Kunci : Suhu Puncak Awan, Auto Estimator, Satelit MTSAT, Curah Hujan
| 201551021.1 | M 021 GIN e | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain