Skripsi
ANOMALI SINYAL YANG TERDETEKSI OLEH SUPERCONDUCTING GRAVIMETER KETIKA TERJADI GEMPABUMI (STUDI KASUS : GEMPABUMI DI INDONESIA, MW > 6, TAHUN 2011) ANOMALOUS EARTHQUAKE SIGNAL DETECTED BY SUPERCONDUCTING GRAVIMETER (CASE STUDY : EARTHQUAKES O
INTISARI
Anomali Sinyal Yang Terdeteksi Oleh Superconducting Gravimeter
Ketika Terjadi Gempabumi
Studi Kasus : Gempabumi Di Indonesia, Mw > 6, Tahun 2011
Oleh
FAJAR RACHMADI PRIYAMBADA
34.14.0010
Dalam penelitian ini, dilakukan penelitian terhadap gempabumi dengan Mw >
6 yang terekam menggunakan superconducting gravimeter (SG) di BIG, Cibinong,
selama tahun 2011. Pada tahun tersebut, di Indonesia terjadi 17 kali gempabumi yang
berkekuatan Mw > 6. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh gempabumi
terhadap perubahan nilai gravity yang terekam oleh SG. Data tersebut kemudian
dibandingkan dengan seismometer (LHZ) yang dimiliki BMKG dan terletak dekat
dengan stasiun SG yaitu dari stasiun CBJI (Citeko-Bogor) dan juga stasiun DBJI
(Dramaga-Bogor). Dari hasil pengolahan data, didapatkan parameter-parameter
gempabumi dari kedua jenis alat tersebut. Dalam beberapa kasus gempabumi, tercatat
SG mampu merekam datangnya gelombang P terlebih dahulu daripada seismometer
(LHZ). Kemudian ditinjau dari durasi lamanya gempabumi, SG merekam lebih lama.
Durasi terpanjang terlihat pada gempabumi 3 April 2011 yaitu 2 jam 48 menit 54
detik, sedangkan untuk seismometer (LHZ), durasi terpanjang yaitu 1 jam 24 menit
49 detik pada gempabumi yang sama. Dengan menggunakan analisa spectrogram
juga didapatkan anomali kurang dari 24 jam sebelum terjadinya gempabumi pada
sinyal rekaman SG. Anomali ini muncul pada keseluruhan gempabumi yang telah
ditentukan sebelumnya. Frekuensi yang dimiliki oleh anomali ini yaitu sekitar 0,03
Hz hingga 0,20. Frekuensi ini berasosiasi dengan akumulasi stress dari nukleasi
gempabumi utama.
Kata Kunci: Gempabumi, Superconducting Gravimeter, Spectrogram, Prekursor
| 201552010.1 | G 15 010 PRI a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain