Skripsi
KAJIAN KONDISI ATMOSFER SAAT KEJADIAN ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PALANGKA RAYA (STUDI KASUS TANGGAL 21 SEPTEMBER, 10 DAN 15 OKTOBER 2014) STUDY OF ATMOSPHERIC CONDITION AT FOREST AND LAND FIRE SMOKE IN PALANGKA RAYA (CASE STUDY ON SEPTEMBER 21
INTISARI
KAJIAN KONDISI ATMOSFER SAAT KEJADIAN ASAP
KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PALANGKA RAYA
(STUDI KASUS TANGGAL 21 SEPTEMBER, 10 DAN 15 OKTOBER 2014)
Oleh
Lian Adriani
14.14.0013
Hampir setiap tahunnya di daerah Kalimantan Tengah dan sekitarnya terjadi kebakaran hutan dan lahan. Hal ini terjadi baik ulah manusia maupun alam. Faktor cuaca juga mempengaruhi potensi mudahnya terjadi kebakaran hutan.
Pembakaran yang tidak sempurna menghasilkan asap dan partikel debu dalam jumlah banyak, sehingga dapat mengganggu keadaan atmosfer permukaan. Asap juga merupakan aerosol yang ada di atmosfer yang berukuran kecil. Aerosol yang berukuran kecil dapat memancarkan radiasi matahari dan mengurangi jarak pandang. Semakin tinggi konsentrasi aerosol yang ada di atmosfer, maka radiasi matahari yang sampai di permukaan bumi semakin berkurang. Besarnya pengaruh aerosol terhadap radiasi matahari dapat dinyatakan dalam AOD atau Aerosol Optical Depth (tanpa satuan). Penyebaran asap terjadi tidak hanya secara gerak horizontal yang terbawa oleh angin, tetapi juga terjadi secara gerak vertikal sehingga dapat diketahui ketinggian asap sampai pada lapisan tertentu.
Faktor cuaca seperti curah hujan yang rendah, suhu tinggi, dan kelembaban udara rendah yang terjadi dalam beberapa hari secara terus menerus, bisa mempercepat proses pengeringan bahan bakar sehingga mempermudah terjadinya kebakaran hutan. Dampak kebakaran hutan, asap pekat menyebabkan nilai AOD tinggi, radiasi matahari berkurang dan jarak pandang menurun hingga < 500 m. Penyebaran asap secara vertikal, umumnya lebih pekat di dekat permukaan karena kondisi atmosfer yang stabil ditandai dengan kecepatan vertikal di permukaan bernilai positif, menandakan tidak ada gerak vertikal ke atas sehingga asap pekat tertahan di permukaan.
Kata kunci: Asap kebakaran hutan, AOD (Aerosol Optical Depth), Gerak vertikal
| 201551013.1 | M 013 ADR k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain