Skripsi
KAJIAN METEOROLOGI KEJADIAN HUJAN SANGAT LEBAT DI SUMATERA UTARA (STUDI KASUS TANGGAL 16 DAN 18 DESEMBER 2014) METEOROLOGICAL STUDY OF EXTREMELY HEAVY RAIN EVENT IN NORTH SUMATERA (CASE STUDY DECEMBER 16th AND 18th, 2014)
ABSTRAK
Kajian Meteorologi Kejadian Hujan Sangat Lebat di Sumatera Utara
(Studi Kasus Tanggal 16 dan 18 Desember 2014)
Oleh
KADEK SETIYA WATI
14.14.0011
Banjir merupakan bencana alam yang penyebab utamanya dapat berasal dari faktor cuaca. Ditinjau dari faktor meteorologi, banjir dapat disebabkan karena terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dan durasi yang lama. Bencana banjir yang terjadi pada bulan Desember 2014 telah merendam 3 kota dan kabupaten di Sumatera Utara antara lain Kabupaten Langkat, Kota Medan, dan Kabupaten Deli Serdang. Pengamatan curah hujan dari 9 lokasi pos hujan dan stasiun pengamatan menunjukkan data curah hujan lebih dari 100 mm/hari pada tanggal 16 dan 18 Desember 2014 pada sejumlah lokasi tersebut. Berdasarkan acuan kategori intensitas hujan dari BMKG, curah hujan >100 mm/hari termasuk dalam kategori hujan sangat lebat.
Penelitian ini secara khusus merujuk pada kejadian hujan sangat lebat tanggal 16 dan 18 Desember 2014. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis pada kondisi cuaca skala regional dan skala lokal. Cara analisis data dan hasil penelitian menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hujan sangat lebat tanggal 16 dan 18 Desember 2014 sehingga mengakibatkan banjir di Sumatera Utara merupakan kombinasi dari beberapa gangguan cuaca dalam skala regional. Adanya aliran monsun Asia dan seruak dingin yang tertahan oleh faktor topografi di Sumatera Utara mengakibatkan terjadinya konvergensi kuat pada level rendah di wilayah tersebut. Selain itu, aktifnya fenomena MJO ikut memberikan pengaruh yang besar dalam pembentukan awan badai guntur di Sumatera Utara. Kondisi cuaca regional memberikan pengaruh yang besar terhadap kondisi stabilitas atmosfer lokal. Atmosfer lokal menunjukkan kondisi tidak stabil sehingga potensi terjadinya badai gutur sangat tinggi. Hujan sangat lebat berasal dari awan badai guntur jenis sel tunggal dan sel banyak.
Kata Kunci: banjir, hujan sangat lebat, MJO, seruak dingin, monsun timur laut, stabilitas atmosfer
| 201551011.1 | M 011 WAT k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain