Skripsi
Prakiraan Curah Hujan wilayah Ruteng Dengan Prediktor Suhu Muka Laut Wilayah Indonesia Tahun 2001-2010
ABSTRAK
Suhu muka laut (SML) di wilayah perairan dapat digunakan sebagai indikator kandungan
uap air di atmosfer. Apabila suhu muka laut dingin,maka akan berkurang kandungan uap air di
atmosfer.Demikian sebaliknya jika suhu permukaan laut tinggi maka cukup banyak uap air di
atmosfer.sehingga perlu suatu kajian yang dapat digunakan untuk melihat interaksi laut dan
atmosfer dengan melihat korelasi antara variabilitas (SML) dengan curah hujan.Oleh kareana
hal itu penulis tertarik untuk mempelajari besar pengaruh SML terhadap curah hujan,awal
musim dan panjang musim hujan di Ruteng.
Daerah SML dibagi dalam 21 kotak,data curah hujan bulanan digunakan untuk
dikorelasikan dengan SML pada masing-masimg kotak sehingga diperoleh daerah SML pada
masing-masing kotak dan diperoleh daerah SML yang berkorelasi cukup tinggi. Data curah
hujan dasarian digunakan untuk melihat pengaruh SML terhadap awal dan panjang musim
hujan,serta awal musim kemarau.
Hasil kajian menunjukkan bahwa curah hujan berkorelasi positif cukup kuat terhadap SML
yang berada di bagian Timur Ruteng sedangkan korelasi tiap bulan bervariasi tergantung bulan
basah,kering, dan transisi.Antara CH dan SML dapat dilihat hubungan ketika suhu permukaan
laut naik maka curah hujan naik dengan korelasi paling signifikan terjadi pada bulan kering
yang didominasi oleh SML bagian Timur Ruteng. SML hangat akan cenderung mempengaruhi
awal musim hujan datang lebih cepat dan panjang musim akan lebih lama, sebaliknya jika
SML lebih dingin maka akan mempengaruhi awal musim hujan yang datang terlambat
(mundur) dan panjang musim lebih pendek dibanding rata-ratanya. Namun hal ini berbanding
terbalik dengan awal dan panjang musim kemarau.
Kata kunci :SML, Curah Hujan (CH),Awal Musim,Panjang Musim.
| 20132005.1 | LAN p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain