Tugas Akhir
ANALISIS LABILITAS UDARA SAAT TERJADI AWAN CUMULUNIMBUS DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2013
ABSTRAK
Perubahan cuaca dari cerah tanpa awan menjadi berawan atau hujan terjadi bila terdapat gangguan. Udara yang stabil bila mendapat gangguan akan kembali ke kondisi semula, artinya tidak ada perubahan yang signifikan. Sebaliknya bila kondisi udara tidak stabil (labil), adanya gangguan akan mengakibatkan perubahan yang cukup berarti. Perubahan labilitas udara yang mendapat gangguan akan mempengaruhi keadaan fisis atmosfer sehingga akan menentukan keadaan cuaca yang akan terbentuk. Awan Cumulonimbus merupakan awan tebal dengan perkembangan vertikal yang cukup besar dalam bentuk sebuah gunung atau menara. Adapun siklus hidup awan Cumulonimbus terdiri dari 3 fase yaitu masa tumbuh, masa dewasa, dan masa punah. Berdasarkan hasil analisis keadaan labilitas udara saat terjadi awan cumulunimbus di Kota Makassar tahun 2013 dapat dikatakan bahwa nilai SI relatif pada kategori kemungkinan tidak terjadi Shower sampai kemungkinan terjadi Thunderstorm. Nilai LI masuk dalam dalam kategori Labil (0 s/d -2) dan Labil kemungkinan terjadi TS (-2 s/d -6). Analisis COX dalam hal ini CCL antara 897 mb – 728 mb, sedangkan LCL antara 1008 mb – 954 mb. Nilai KIndeks terkecil adalah 3,7 (kemungkinan tidak terjadi konveksi) dan yang paling besar adalah 28,5 (kemungkinan potensi konveksi Sedang).
| 20141033.1 | 551.5 PRA a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain