Tugas Akhir
ANALISA GANGGUAN CUACA SAAT KEJADIAN HUJAN LEBAT DI KERINCI (STUDI KASUS 16 JULI 2012 DAN 4 FEBRUARI 2013)
ABSTRAK
Letak geografis wilayah Indonesia yang berada di antara dua Samudra Pasifik
dan Hindia, diapit oleh dua benua Asia dan Australia serta terdiri dari daratan dan lautan sehingga oleh (Ramage dalam Adil, 2012) disebut sebagai benua maritim, memiliki cuaca yang unik dengan kondisi dinamika atmosfer yang kompleks.
Telah terjadi kondisi cuaca ekstrim pada tanggal 16 Juli 2012 dan 4 Februari
2013 yakni hujan lebat dengan curah hujan mencapai 56 mm/hari dan 84.9 mm/hari, dimana pada kejadian pertama mengakibatkan kejadian banjir 2 hari setelahnya, sedangkan pada kejadian yang kedua tidak mengakibatkan banjir.
Metode yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan data dan menganalisis dengan menggunakan metode analisa gangguan cuaca skala regional (streamline, isobar, cold surge, analisa citra satelit) dan analisa gangguan cuaca skala lokal (grafik sounding (pendekatan)). Analisis skala global dan regional dapat menjadi alat bantu dalam menentukan faktor terjadinya hujan lebat tersebut.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pada kedua kejadian
tersebut, faktor dominan yang menjadi penyebab utama dari hujan lebat yang terjadi ialah faktor regional, yang mana terdapat pusat tekanan rendah yang dapat menarik massa udara dan menyebabkan terjadinya pengumpulan massa udara (Konvergensi), serta adanya daerah belokan angin yang turut membawa massa udara ke wilayah Kerinci. Keadaan udara permukaan juga menunjukkan adanya perubahan yang cukup signifikan sebelum terjadinya kejadian hujan lebat tersebut, yakni pada parameter Suhu, Tekanan Udara, dan Kelembapan Udara.
| 20141048.1 | 551.5 PRA a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain