Tugas Akhir
ANALISIS KONDISI ATMOSFER SAAT KEJADIAN PUTING BELIUNG DI DENPASAR SELATAN (STUDI KASUS TANGGAL 11 DESEMBER 2013)
ABSTRAK
Fenomena cuaca ekstrim yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah angin kencang yang berupa angin puting beliung. Angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba dan sulit diketahui tanda-tanda kemunculannya sehingga akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi manusia. Pada tanggal 11 Desember 2013 sekitar pukul 13.50 WITA di wilayah Kuta, Pemogan dan Sesetan, Denpasar Selatan telah terjadi puting beliung yang mengakibatkan 293 rumah mengalami kerusakan, 76 rusak berat dan 245 rusak ringan. Untuk mengetahui kondisi atmosfer sebelum, saat, dan setelah fenomena tersebut dilakukan kajian berdasarkan analisa medan angin, analisa citra satelit, analisa synop, analisa citra radar, serta analisa labilitas atmosfer berdasarkan Showalter Indeks, K-Indeks, Lifted-Indeks. Fenomena tersebut berdasarkan analisa medan angin dipengaruhi oleh konvergensi yang cukup kuat untuk menimbulkan cuaca buruk di sekitar Pulau Bali. Pada tampilan citra satelit dan radar juga mendukung adanya pertumbuhan awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang sangat potensial menimbulkan angin kuat. Dari hasil analisa synop tiga parameter cuaca yaitu suhu, kelembaban dan tekanan juga mendukung terjadinya fenomena puting beliung. Dan dari analisa labilitas atmosfer saat kejadian nilai Showelter Indeks (SI) menunjukan kriteria ‘kemungkinkan terjadi Shower’. Untuk K-Indeks (KI) menunjukan ‘Moderate Potential for Convection’. Dan untuk Lifted Indeks (LI) menunjukan ‘Atmosfer Labil dan kemungkinan terjadi TS dan munculnya badai besar’.
| 20141080.1 | 551.5 RAH a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain