Tugas Akhir
ANALISA PEMETAAN KABUT DI WILAYAH RUTENG (TAHUN 2013)
ABSTRAK
Kabut merupakan salah satu fenomena kekaburan yang memiliki dampak serius, khususnya dalam bidang transportasi (udara, darat maupun laut). Hal inilah yang menjadi dasar penelitian yang dilakukan di Wilayah Ruteng, yang secara geografis terletak pada 08.13o LS – 08.55o LS dan 119.30o BT – 120.58o BT dengan ketinggian dari permukaan laut 1070 meter. Keberadaannya yang terletak di atas kaki gunung, membuat Kota Ruteng rentang terhadap pembentukan kabut. Kabut jenis ini biasa disebut Kabut Gunung ( Unslope Fog). Seperti yang tersirat dalam namanya, Kabut Gunung terjadi atau tumbuh ketika udara dingin bergerak ke atas permukaan yang miring dan mengembang menghasilkan pendinginan adiabatik dan kondensasi.
Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa Data Parameter Cuaca yang terdiri dari Analisa Suhu Udara (Tt), Kelembaban Udara (RH), Tekanan Udara (PoPoPo), Arah dan Kecepatan Angin (dddff), dan Jarak pandang mendatar (vv) menggunakan metode distribusi Frekuensi dan Grafik yang mampu memetakan seperti apa kondisi cuaca signifikan sebelum, saat dan sesudah kabut maupun tidak kabut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kabut dapat diidentifikasi dengan melihat beberapa data parameter cuaca yang berubah secara signifikan, cara ini mampu memberikan penjelasan apakah kabut dapat terbentuk atau tidak. Hasil penelitian dengan menggunakan data synop tahun 2013 menunjukan adanya perubahan signifikan pada Suhu Udara (Tt dan Td), Kelembaban Udara (RH), Tekanan Udara (mb), Arah dan Kecepatan Angin (dddff), dan Jarak pandang mendatar (vv) yang mampu menjelaskan terbentuknya kabut di Wilayah Ruteng
| 20141079.1 | 551.5 LAM a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain