Tugas Akhir
ANALISIS PERGERAKAN KABUT ASAP DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DI BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU (STUDI KASUS KABUT ASAP RIAU JANUARI – FEBRUARI 2014)
ABSTRAK
Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Indonesia dengan luas cakupan dan jumlah titik api (hotspot) yang bervariasi. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau telah menyebabkan terjadinya bencana asap yang tersebar secara luas. Bencana asap yang sedang melanda Pekanbaru sejak awal bulan Februari 2014 mengakibatkan 5 penerbangan dialihkan, 7 kedatangan ditunda dan 7 keberangkatan juga ditunda, pada Selasa, 25 Februari 2014. Kekacauan lalu lintas penerbangan ini disebabkan kondisi kabut asap yang semakin memburuk, dimana jarak pandang dibawah 1000 m.
Kajian ini menggunakan beberapa data antara lain arah dan kecepatan angin, visibility, sebaran titik api melalui MODIS, citra satelit MTSAT, serta Archived Meteorological Data Extract tipe GDAS. Aplikasi perangkat lunak SATAID dan HYSPLIT digunakan untuk menganalisis trayektori sebaran kabut asap , dan pola sebaran secara spasial
Dari hasil analisis pada bulan Januari dan Februari 2014, metode trayektori dengan SATAID pada lapisan boundary layer tingkat akurasinya lebih unggul daripada metode HYSPLIT. Hasil tersebut menunjukkan arah pergerakan kabut asap di Provinsi Riau lebih dipengaruhi oleh jarak pandang di bandara pada lapisan boundary layer (1000mb), hal ini dikarenakan pada lapisan tersebut angin dominan menuju barat daya dan kepekatan kabut asap masih tinggi sehingga jarak pandang menjadi lebih buruk.
| 20141069.1 | 551.5 DAM a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain