Tugas Akhir
ANALISIS KONDISI CUACA PADA PERISTIWA GAGAL MENDARAT PESAWAT LION AIR JT 904 DI BALI (Studi Kasus Tanggal 13 April 2013)
ABSTRAK
BMKG berkontribusi dalam ketersediaan informasi meteorologi di setiap bandar
udara di Indonesia guna mendukung keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi
navigasi udara sesuai dengan ketetapan yang telah diatur dalam ANNEX 3.
Sebagai implementasinya, laporan kerja ini bertujuan untuk menganalisis dan
memaparkan kondisi cuaca yang terjadi pada peristiwa gagal mendarat pesawat
Lion Air JT 904 di Bali.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data observasi sinoptik dan MET
REPORT, yang berupa data arah dan kecepatan angin, visibility, tekanan udara,
dan perawanan. Didukung pula oleh peta medan angin (streamline) guna melihat
gangguan yang ada di sekitar pulau Bali, serta data citra radar cuaca Denpasar
untuk melihat pergerakan dan perkembangan awan disekitar lokasi kejadian.
Secara umum, kondisi unsur-unsur cuaca yang dianalisis dari data sinoptik dan
MET REPORT dalam tiga jam sebelum hingga tiga jam sesudah peristiwa terjadi,
menggambarkan bahwa kondisi cuaca sekitar bandar udara layak untuk dilakukan
kegiatan penerbangan, dengan tinggi dasar awan 1700 feet. Kemudian dari
analisis citra radar cuaca yang lebih mendalam, ditemukan bahwa terdapat cluster
awan konvektif di sekitar ujung runway 09 dengan intensitas hujan maksimum
mencapai 49 mm/jam (50 dBZ) pada pukul 07.20 UTC. Terdetekisi adanya
windshear pukul 07.00 - 07.03 UTC, 07.06 - 07.07 UTC dan 07.09 UTC dengan
kecepatan lemah yaitu 1-5 m/s (2-10 knot), berada pada ketinggian sekitar 30 m di
sekitar ujung runway 09 dengan luasan horizontal mencapai 2 km2.
| 20141059.1 | 551.5 HIK a | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain