Skripsi
PEMANFAATAN MODEL WEATHER RESEARCH FORECASTING (WRF) UNTUK PENENTUAN NILAI AMBANG BATAS PARAMETER CUACA DALAM PROSES PERTUMBUHAN AWAN CUMULONIMBUS
Abstrak
Awan Cumulonimbus (Cb) merupakan awan yang berbahaya khusunya bagi penerbangan. Pesawat seharusnya mendapat pelarangan ketika terbang melewati ke dalam area dimana terdeteksi adanya aktivitas awan Cb. Keberadaan awan Cb diperlukan dalam pembuatan prakiraan cuaca jangka pendek, dimana dalam pembuatannya dibutuhkan rumusan sederhana dan mudah dipahami. Rumusan tersebut dikaji dari parameter cuaca berupa perbedaan suhu jam 00.00 dan 03.00 UTC (∆T 00-03UTC
), kelembaban relatif (RH) di lapisan 700 hPa, serta angin di ketinggian 850 hPa. Nilai ambang batas yang didapatkan pada setiap parameter merupakan hasil model WRF, dimana sebelum mendapat nilai ambang batasan dilakukan pengkajian mengenai pemilihan skema terbaik. Kemudian hasil nilai ambang batasan di verifikasi dengan menggunakan metode tabel kontingensi 2x2. Hasil pengolahan data daerah Surabaya menggunakan model WRF diketahui bahwa skema terbaik yakni konfigurasi skema KFCAMCAM. Adapun nilai ambang batas setiap parameter cuaca diklasifikasikan berdasar potensi pertumbuhan awan Cb, yakni Potensi Pertumbuhan Cb Rendah, bila ∆T permukaan
(|T 00
-T 03
|) ≤ 4,0 ˚C, RH lapisan 700 hPa ≤ 65%, dan Angin 850 hPa ≥ 6 Knot; Potensi Pertumbuhan Cb Sedang, bila ∆T permukaan
(|T 00
-T 03
|) = 4,1˚ - 4,7 ˚C, RH lapisan 700 hPa = 66 - 75%, dan Angin 850 hPa = 4 – 6 Knot; Potensi Pertumbuhan Cb Tinggi, bila ∆T permukaan
(|T 00
-T 03
|) ≥ 4,8 ˚C, RH lapisan 700 hPa ≥ 76%, dan Angin 850 hPa ≤ 3 Knot. Hasil verifikasi nilai ambang batas ini pada sekali percobaan memiliki keakuratan sekitar 70% yang bersifat underforecasting dengan nilai ETS sebesar 0,143.
| 201451013.1 | M 14 013 SAR p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain