Skripsi
KAJIAN SIKLON TROPIS DI WILAYAH SAMUDERA HINDIA SEBELAH SELATAN INDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONDISI CUACA DI WILAYAH JAWA, BALI, DAN NUSA TENGGARA
Berdasarkan letak geografisnya, wilayah Indonesia bukan merupakan lokasi pembentukan siklon topis, namun keberadaan siklon tropis di sekitar Indonesia ikut menentukan pola cuaca wilayah Indonesia. Siklon Tropis Isla (2009), Siklon Tropis Magda (2010) dan Siklon Tropis Narelle (2013) merupakan siklon tropis kategori 3 – 4 yang terbentuk di Samudera Hindia Selatan Indonesia. Penelitian berujuan untuk mengetahui kondisi cuaca dan dampak yang ditimbulkan di wilayah Indonesia bagian Selatan saat kejadian siklon tropis tersebut. Penelitian ini menngunakan data reanalysis dari NOAA, data TRMM dan data observasi tekanan di stasiun pengamatan selama periode siklon. Pengolahan data menggunakan aplikasi Grads versi 2.0.a7.oga.3 menghasilkan keluaran beruga gambar dan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi cuaca umum saat terjadi siklon tropis, pola angin menunjukan konvergensi di sepanjang utara Jawa sampai dengan Nusa Tenggara menyebabkan hujan mendominasi daerah tersebut. Nilai vortisitas negatif dan nilai kelembaban udara umumnya semakin menurun seiring dengan meningkatnya kategori siklon tropis di selatan wilayah Indonesia. Siklon Tropis Narelle paling berpengaruh terhadap kondisi cuaca buruk ( hujan dan angin kencang) di wilayah penelitian. Pola perubahan tekanan udara fluktuatif dan mempunyai kecenderungan menurun saat siklon tropis berada lebih dekat dengan wilayah Selatan Indonesia.
| 201451012.1 | M 14 012 PUR k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain