Skripsi
KONDISI SINOPTIK KEJADIAN CURAH HUJAN EKSTREM DI KEPULAUAN RIAU PERIODE 2003 - 2012 (STUDI KASUS TANJUNGPINANG DAN BATAM)
Curah hujan ekstrem harian di wilayah Tanjungpinang dan Batam ditentukan berdasarkan persentil 99 dari distribusi data curah hujan harian. Dengan menggunakan data angin reanalisis komponen u dan v NCEP-NCAR, pola sinoptik dominan dari setiap kejadian ekstrem dianalisis untuk dijadikan dasar dan bahan pertimbangan analisis prakiraan cuaca di wilayah Kepulauan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian curah hujan ekstrem di Tanjungpinang maupun Batam, terjadi pada periode Desember, Januari dan Februari (DJF) dengan frekuensi sebanyak 78 %. Borneo Vortex di barat pulau Kalimantan menahan massa udara lembab yang seharusnya mengalir ke BBS (bumi bagian selatan). Serta munculnya konvergensi level bawah (low level convergence) dan divergensi level menengah serta atas memicu pertumbuhan vertikal awan yang kuat menghasilkan curah hujan ekstrim.
| 201451008.1 | M 14 008 KUS k | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain