Skripsi
SIMULASI ANALISIS DAN FORECAST HASIL MODEL WRF-ARW STUDI KASUS HUJAN LEBAT DI PUTUSSIBAU
Tanggal 3 April 2013 terjadi curah hujan lebat ( curah hujan 110 mm dalam satu hari ) yang menyebabkan banjir di sebagian besar wilayah Putussibau. Variabilitas kondisi atmosfer pada daerah khatulistiwa yang tinggi mengakibatkan kesulitan dalam simulasi cuaca khususnya di Putussibau. Maka dari pada itu dibutuhkan model cuaca skala meso yang mampu mendekati kondisi atmosfer sesungguhnya. Salah satu model cuaca yang digunakan untuk melakukan simulasi cuaca di Putussibau adalah model WRF-ARW. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan cara running ( menjalankan ) model WRF-ARW menggunakan 3 skema parameterisasi kumulus. Dari hasil ketiga skema tersebut dilakukan verifikasi secara temporal maupun spasial untuk mendapatkan skema parameterisasi sesuai dengan data observasinya. Kemudian menganalisis kondisi atmosfer pada saat sebelum kejadian hujan lebat dengan menggunakan skema parameterisasi yang sesuai. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa skema1 parameterisasi cumulus ( skema KF ) merupakan skema yang lebih baik dibanding skema2 ( skema BMJ ) atau skema3 ( skema GD ) baik untuk data FNL maupun GFS. Analisis kondisi atmosfer menunjukkan bahwa pada saat sebelum kejadian hujan lebat yang terjadi di Putussibau terdapat adanya konvergensi dan shearline. Kondisi kelembaban per lapisan yang basah dan nilai CAPE yang cukup tinggi ( mencapai 1800 J/kg ) turut mendukung proses pembentukan awan–awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat di Putussibau.
| 201451001.1 | M 14 001 MUL s | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain