Tugas Akhir
PENGARUH SUHU, CURAH HUJAN, KELEMBABAN UDARA DAN VISIBILITY TERHADAP FLUKTUASI KONSENTRASI PARTIKEL DEBU (SPM) DI PONTIANAK TAHUN 2012
ABSTRAK
Latar belakang dari penulis melakukan penelitian ini adalah peristiwa kebakaran hutan yang marak terjadi di Pontianak berdampak negatif pada aktivitas masyarakat. Hasil kebakaran hutan berupa asap dan gas yang terkumpul di atmosfer keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi cuaca seperti suhu, tekanan, kelembaban, dan visibility. Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk melihat pengaruh faktor meteorologi terhadap konsentrasi dan persebaran polutan selama tahun 2012 di Pontianak.
Penulisan ini menggunakan data pengamatan permukaan pada bulan Januari sampai Oktober 2012 dari Stasiun Meteorologi Klas II Supadio Pontianak. Data ini didapat dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer di Stasiun Meteorologi Klas II Supadio Pontianak.
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, rata-rata SPM bulanan di Pontianak pada tahun 2012, dimana SPM tertinggi pada bulan September sebesar 267.20 µgr/m3/24h dan rata-rata SPM terendah pada bulan Juli sebesar 44.51 µgr/m3/24h. Hubungan antara suhu dan SPM sebesar +0.35. Hubungan antara curah hujan dan SPM sebesar -0.41. Hubungan antara kelembaban udara dan SPM sebesar -0.31. Hubungan antara SPM dan visibility sebesar -0.78.
| 20131080.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain