Tugas Akhir
ANALISA HUJAN EKSTRIM BULANAN DAN DASARIAN DI WILAYAH PAPUA PERIODE 1988 – 2007
ABSTRAK
Wilayah Indonesia terbentang dari Lintang 6º LU – 11º LS, dan Bujur 95º BT- 141oBT, hal ini menunjukkan bahwa wilayah Indonesia berada pada daerah Tropis yang memiliki 2 (dua) musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.
Hujan dapat memberikan keuntungan contohnya dalam bidang pertanian, namun hujan juga dapat memberikan dampak yang merugikan manusia, seperti bencana banjir. Keadaan curah hujannya melebihi 100 mm/hari inilah yang disebut hujan ekstrim.
Wilayah Papua memiliki topografi yang berbeda ditiap wilayahnya, berkaitan dengan perbedaan topografi maka perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan nilai ekstrim agar dapat dijadikan sebagai batasan curah hujan ekstrim dan dapat memberikan peringatan dini tentang curah hujan ekstrim.
Manfaat dari analisa hujan ekstrim adalah mendapatkan nilai batasan ekstrim atas dan bawah di wilayah Papua dan mengetahui bahwa di setiap wilayah Papua memiliki variasi curah hujan yang berbeda.
Stasiun Meteorologi Enarotali memiliki nilai ekstrim tertinggi dan Stasiun Meteorologi Mopah Merauke memiliki nilai ekstrim terendah dari kelima Stasiun Meteorologi di wilayah Papua, dan di setiap wilayah memiliki batasan ekstrim atas dan bawah yang berbeda sesuai dengan karakteristik hujan di wilayah masing-masing.
| 20131045 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain