Tugas Akhir
UJI COBA PENENTUAN AWAN CUMULONIMBUS (CB) MELALUI CHANNEL INFRARED MTSAT DI STASIUN METEOROLOGI GEWAYANTANA LARANTUKA PADA BULAN JANUARI 2012 DAN MARET 2012
ABSTRAK
Indonesia merupakan daerah tropis dimana pemanasan terjadi setiap hari dengan intensitas radiasi matahari cukup tinggi dan berpotensi terjadi pertumbuhan awan yang cukup giat, didukung dengan 2/3 wilayah Indonesia yang merupakan wilayah perairan. Pengamatan awan Cumulonimbus (Cb) dilakukan dengan pengamatan langsung secara manual dan dengan pengolahan data satelit, namun keakuratan data satelit perlu dikaji kembali terhadap keadaan sebenarnya di lapangan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pembandingan antara penentuan Cb melalui pengolahan data infrared channel MTSAT ( Multi- functional Transport Satellite ) dengan data pengamatan di Stasiun Meteorologi Gewayantana Larantuka pada bulan Januari 2012 dan Maret 2012. Dari hasil pembandingan maka akan ditentukan seberapa besar prosentase kecocokan dan tingkat keakuratan penentuan awan Cb berdasarkan pengolahan data satelit.
Berdasarkan metode di atas, diperoleh hasil bahwa tingkat akurasi penafisaran awan Cb bulan Januari 2012 adalah 79 % sedangkan tingkat akurasi penafisaran awan Cb bulan Maret 2012 adalah 60 %. Namun tingkat akurasi dari kedua bulan tersebut adalah 71 % sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode ini cukup optimal digunakan pada Stasiun Meteorologi Gewayantana Larantuka.
| 20131074.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain