Tugas Akhir
MENDETEKSI PUTING BELIUNG DENGAN RADAR (STUDI KASUS PUTING BELIUNG SIDRAP TANGGAL 24 FEBRUARI 2012)
ABSTRAK
Wilayah Indonesia terletak di daerah tropis yang memiliki dua musim utama yaitu musim hujan dan musim kemarau. Fenomena-fenomena cuaca yang berbahaya banyak terjadi saat musim hujan. Misalnya, angin puting beliung yang sering ditemukan di awal dan akhir musim hujan. Frekuensi kejadian puting beliung cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2012, BNPB mencatat telah terjadi sebanyak 259 kasus puting beliung. dengan dampak 36 orang meninggal, 27.254 orang mengungsi, 3.885 rumah rusak berat, 1.968 rumah rusak sedang, dan 12.737 rumah rusak ringan.
Karena dampaknya yang sangat berbahaya tersebut, maka perlu dibuat suatu sistem peringatan dini. Salah satunya yaitu dengan menggunakan radar cuaca. Dalam penelitian ini, pertama-tama dilakukan pengolahan rawdata radar. Rawdata digenerate pada Rainbow DART (Display, Analysis and Research Tool) untuk menghasilkan produk reflektifitas MAX dan VCUT. Produk reflektifitas ini bisa berbentuk gambar yang menampilkan pola-pola tertentu saat ada kejadian puting beliung.
Kita dapat menganalisa pola-pola awan kumulonimbus saat terjadi angin puting beliung di suatu lokasi dengan melihat citra radar. Dari hasil analisa tersebut, maka kita akan melihat sebuah pola echo berbentuk kail atau disebut “hook echo” di lokasi kejadian yang terbentuk setelah terjadi penggabungan beberapa sel awan kumulonimbus. Dengan mempelajari pola- pola tersebut maka kita dapat mendeteksi puting beliung lebih akurat dan dapat membuat sistem peringatan dini untuk kejadian ini.
| 20131061.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain