Tugas Akhir
Tingkat Resiko Gempabumi Wilayah Jawa Barat DiTinjau Dari Percepatan Tanah Dan Jumlah Penduduk
ABSTRAK
Percepatan tanah maksimum merupakan percepatan tanah terbesar yang
pernah tercatat di suatu wilayah akibat gempabumi. Besar kecilnya percepatan tanah menunjukkan resiko gempabumi yang perlu diperhitungkan sebagai salah satu bagian dalam perencanaan bangunan tahan gempa.
Resiko dapat diartikan sebagai interaksi antara hazard (potensi bencana)
dan vulnerability (kerentanan). Potensi bencana adalah faktor percepatan tanah, sedangkan kerentanan merupakan faktor dari jumlah penduduk.
Dengan data historis gempabumi USGS di wilayah Jawa Barat yang
terletak pada lokasi 6
0
LS – 9
0
LS dan 106
0
BT – 109
0
BT periode 1973 – 2009 telah dihitung besarnya percepatan tanah maksimum dengan rumus Mc. Guirre R.K. (1963). Dari hasil perhitungan diperoleh nilai percepatan tanah maksimum terbesar sebesar 135,545 gal (skala intensitas VIII MMI), dan yang terkecil sebesar 24,6997 gal. Kedua nilai PGA ini dihasilkan oleh gempa yang sama yaitu pada posisi 7,78° LS dan 107,3° BT.
Kabupaten dan Kotamadya Bandung memiliki jumlah penduduk terbanyak
di wilayah Jawa Barat sehingga jika mengacu pada rumusan resiko diatas, jumlah penduduk yang menghasilkan faktor kerentanan yang paling besar akan menghasilkan resiko yang paling besar daripada daerah yang lainnya karena terkait potensi bencana yang tidak hanya datang dari gempa-gempa pada jalur subduksi selatan Jawa, tetapi juga dari gempa yang terjadi di darat yang dapat diakibatkan sesar aktif di bagian utara yaitu Sesar Lembang sehingga perlu dilakukan upaya khusus untuk mengurangi dampak kebencanaannya.
| 20102027.1 | UTA t 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain