Tugas Akhir
Karakteristik Frekuensi Sambaran Petir Di Wilayah Kemayoran Pada Tahun 2008
ABSTRAK
Petir merupakan fenomena cuaca yang terjadi karena pelepasan muatan listrik secara mendadak sebagai akibat dari adanya perbedaan potensial antara dua medium, dalam hal ini yang menjadi medium adalah awan dengan bumi/tanah. Petir biasa terjadi pada saat hujan. Pelepasan muatan ini dapat terjadi antara awan dengan bumi atau awan dengan awan.
Tiap daerah memiliki variasi karakteristik petir yang berbeda, oleh sebab itu penulis mempelajari karakteristik petir di suatu wilayah tertentu. Dalam laporan ini penulis mengambil studi kasus karateristik petir tahun 2008 di wilayah Kemayoran, Jakarta.
Dari hasil analisa didapat bahwa
1. Ada variasi frekuensi sambaran petir yang berbeda pada setiap
bulan.
2. Jenis petir CG - cenderung lebih banyak terjadi dibandingkan
dengan jenis petir CG +.
3. Aktifitas sambaran petir pada musim hujan : Oktober, November,
Desember, Januari, Maret dan April cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan musim kemarau : Mei, Juni, Juli, Agustus, dan September.
4. Frekuensi sambaran petir tertinggi terjadi pada bulan April. Frekuensi sambaran petir terendah terjadi pada bulan September
| 20102010.1 | AGU k 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain