Tugas Akhir
Karakteristik Parameter Iklim Pada Tahun Sebelum,Saat Dan Sesudah El Nino Di Daerah Biak
ABSTRAK
El Niño merupakan anomali lautan-atmosfer skala global, yang aktifitasnya berhubungan dengan melemahnya Sirkulasi Walker. Diawali dengan meningkatnya suhu permukaan laut diatas normalnya dikawasan lautan pasifik tropis bagian timur dan tengah. Akibatnya terjadi penguapan yang sangat besar dan timbul golakan yang sangat kuat, sehingga massa udara dari wilayah pasifik barat termasuk Indonesia berpindah ke kawasan pasifik timur dan tengah. Indeks osilasi Selatan (IOS) dan El Niño adalah fenomena cuaca global yang memberikan pengaruh terhadap curah hujan yang terjadi di wilayah Indonesia. Besar kecilnya pengaruh itu beragam dari satu tempat ke tempat yang lain. Pengaruh itu sangat besar pada daerah yang memiliki pola hujan monsun, kecil pada daerah yang memiliki pola hujan equatorial serta tidak jelas pada daerah yang memiliki pola hujan lokal. Wilayah Biak – Papua terletak pada posisi 135,09 BT 01,01 LS dengan elevasi 10 m diatas permukaan laut di sebelah utara Papua dan berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Dilihat dari grafik curah hujan tahunannya wilayah ini memiliki pola curah hujan monsunal. Tulisan ini mencoba untuk meneliti kondisi parameter iklim pada masa sebelum, saat dan sesudah El Niño tahun 1997 dan 2002 berdasarkan metode statistik sederhana. Dari hasil evaluasi curah hujan dan hari hujan pada tahun kejadian El Niño yaitu tahun 1997, dan 2002 diketahui bahwa pola curah hujan dan hari hujan sebelumnya tinggi kemudian saat El Niño berkurang dan sesudahnya naik lagi. Kenaiknya bisa lebih tinggi dari sebelum kejadian. Kondisi sebaliknya terjadi pada suhu udara, pengaruh El Niño 1997 dan 2002 membentuk pola suhu udara sebelum kejadian rendah kemudian naik dan turun lagi pada tahun sesudahnya.
| 20101078.1 | BIS k 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain