Tugas Akhir
Pengaruh Seruakan Dingin Asia (Asian Cold Surge) Terhadap Peningkatan Curah Hujan Di Kalimantan Barat Dan kepulauan Natuna
ABSTRAK
Pada saat monsun dingin Asia berlangsung, seringkali terjadi penjalaran massa udara dingin dari pusat tekanan tinggi di daratan Asia menuju ke arah tropis yang dikenal dengan istilah seruakan dingin (cold surge) atau Monsoon Surge. Seruakan dingin (cold surge) merupakan salah satu fenomena cuaca skala sinoptik yang memiliki pengaruh di bagian timur asia dan juga berpengaruh terhadap hujan di wilayah Asia Tenggara.
Dalam penelitian ini, penulis mencoba meneliti apakah ada peningkatan curah hujan di Kalimantan Barat dan Kepulauan Natuna akibat seruakan dingin (cold surge) dan mengetahui waktu selang (time lag) peningkatan curah hujan tersebut, serta memahami dinamika-dinamika yang ditunjukkan atmosfer skala sinoptik saat seruakan dingin (cold surge) terjadi.
Atmosfer skala sinoptik memberikan respon untuk mengenali penjalaran seruakan dingin (cold surge) berupa tendensi tekanan yang merapat ke selatan, penurunan suhu, dan peningkatan kecepatan angin meridional di sekitar Laut Cina Selatan. Adanya pusaran, daerah tekanan rendah, Eddy, dan gangguan-gangguan lainnya dapat menghambat penjalaran seruakan dingin (cold surge) ke equator.
Secara umum, seruakan dingin (cold surge) terjadi dalam waktu 1 - 5 hari. Peningkatan curah hujan di Kalimantan Barat dan Kepulauan Natuna terjadi dengan waktu selang (time lag) antara 1-7 hari. Bila gangguan terjadi di Laut Cina Selatan dekat Kalimantan Barat, seruakan dingin (cold surge) akan tertahan penjalarannya. Namun dapat kembali menjalar setelah gangguan tersebut hilang dan akan menyebabkan peningkatan curah hujan dengan meninjau pula peta-peta sinoptik lainnya.
| 20101102.1 | FIT p 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain