Tugas Akhir
Analisa Labilitas Atmosfer Pada Sebelum,Saat Dan Setelah hujan Es(Hail) Di Wilayah Cengkareng (Jakarta Barat) Dan Kebayoran lama (Jakarta Selatan)
ABSTRAK
Karakteristik cuaca pada musim transisi akan banyak mengakibatkan
terjadinya cuaca yang bersifat ekstrim, cakupan cuaca ekstrim tersebut
memiliki sifat yang lokal (1-5 km). Cuaca ekstrim yang sering ditimbulkan
yaitu curah hujan yang tinggi dengan periodenya yang singkat, kadangkadang
disertai dengan angin kencang (Puting Beliung), Petir serta Hujan Es
(Hail)
Dalam Analisa Hujan Es (hail) ini bertujuan untuk mengetahui
keadaan atmosfer dua hari sebelum hujan es (hail), saat terjadinya hujan es
(hail) dan satu hari sesudah hujan es (hail) ditinjau dari keadaan labilitas
atmosfernya yaitu dengan meninjau harga Showalter Index (SI), K-indeks
(KI), Freezing Level (FL), Suhu Konvektif (Tc), Convective Condensation
Level (CCL), Equilibrium Level (EL), Analisa Hodograph, dan didukung
dengan Interprestasi Citra Satelit, Analisa Data Sinoptik, Analisa Medan
Angin.
Dalam analisa kondisi udara atas (upper air) dari dua kejadian hujan es
(hail) pada sebelum kejadian, saat kejadian, hingga setelah kejadian pada
umumnya bersifat labil, dan pada umumnya karakteristik per parameternya
sama.
| 20101075.1 | NOR a 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain