Tugas Akhir
Analisa Angin Permukaan Di Bandara Sultan Babullah Ternate Periode Januari 1998-Desember 2007 Dengan Metode Windrose
ABSTRAK
Dalam operasi penerbangan, dikenal ada tiga tahapan kegiatan yaitu lepas landas
(take-off), menjelajah (cruising), dan mendarat (landing). Dari tiga tahapan
tersebut, yang sangat rawan terhadap keselamatan adalah lepas landas dan
mendarat, karena beberapa kasus kecelakaan transportasi udara terjadi pada saat
tahapan tersebut. Faktor meteorologi yang sangat terkait adalah keadaan angin
permukaan landasan. Penting sekali untuk mengetahui pola angin permukaan di
landasan dalam mengurangi kemungkinan kecelakaan pesawat di bandara Sultan
Babullah Ternate. Dengan menggunakan metode wind rose Analisa angin
permukaan bandara Sultan Babullah Ternate hasilnya lebih mudah dibaca, karena
penyajiannya dalam bentuk diagram. Dari hasil penelitiaan menunjukkan bahwa
pada bulan November – Maret angin dominan bertiup dari timur, bulan Juni –
September angin dominan bertiup dari selatan, sedangkan bulan Mei, dan Oktober
variasi angin cukup tinggi. Selain itu, pada malam sampai pagi hari angin bertiup
dari Selatan-Barat daya, menjelang siang hari angin berhembus dari barat saat
bulan November sampai April, dan berhembus dari Timur pada bulan Mei sampai
Agustus, siang sampai sore hari bervariasi dari arah Utara, dan menjelang malam
hari keadaan angin bervariasi dari segala arah. crosswind dengan tingkat
keseringan dapat mencapai 10% terjadi di bulan Mei - Juni dan Oktober -
Nopember yang disebabkan menguatnya pengaruh angin darat dari arah barat
daya dan angin lautdari arah timur laut. Keseluruhan arah angin masih
mendukung bentangan landasan yang ada di bandara Sultan Babullah Ternate
yang membentang dari arah 140o menuju arah 320o.
| 20101079.1 | NAR a 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain