Tugas Akhir
Analisis Perbandingan klasifikasi Tipe Iklim Oldeman Dengan Kearifan Lokal "Pranata Mangsa" Di kabupaten Wonogiri Dan Kabupaten Klaten
ABSTRAK
Prediksi cuaca dan iklim tradisional bersifat lokal, seperti Pranata Mangsa hanya berlaku untuk masyarakat di Pulau Jawa. Sistem prakiraan tradisional ini umumnya masih digunakan petani lahan kering (tadah hujan), yang keberhasilan tanamannya sangat ditentukan oleh curah hujan. Beberapa petani di Jawa masih menggunakan prakiraan cuaca tradisional Pranata Mangsa dalam menentukan awal musim. Untuk itu, penulis ingin melakukan Analisis Perbandingan Awal Musim menurut Klasifikasi Tipe Iklim Oldeman dengan Kearifan Lokal Pranata Mangsa di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Klaten.
Dalam kajian studi ini, yang dibandingkan adalah awal musim menurut Pranata Mangsa dengan Klasifikasi Oldeman. Berdasarkan Klasifikasi Oldeman, Kabupaten Wonogiri memiliki 3 tipe iklim, yaitu tipe iklim kurang basah C3 serta tipe iklim kering D3 dan D4. Sedangkan Kabupaten Klaten memiliki 2 tipe iklim yaitu tipe iklim kurang basah C3 dan tipe iklim kering D3.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk Kabupaten Wonogiri, kearifan lokal Pranata Mangsa memiliki kesesuaian dengan prosentase sebesar 5,9% untuk penentuan awal musim hujan dan 2,9% untuk penentuan awal musim peralihan 1 (Mareng). Untuk Kabupaten Klaten, Pranata Mangsa memiliki kesesuaian dengan prosentase 29,4% dalam menentukan awal musim hujan 5,9% untuk penentuan awal musim Peralihan 1(Mareng). Untuk kedua kabupaten, penentuan awal musim kemarau dan awal musim Peralihan 2 (Labuh) tidak memiliki kesesuaian. Adapun ketidaksesuaian tersebut berupa masuknya musim lebih awal dari yang seharusnya ataupun keterlambatan masuknya musim dalam beberapa dasarian. Nilai rata – rata kesesuaian awal musim menurut Klasifikasi Oldeman dengan awal musim menurut Pranata Mangsa untuk Kabupaten Wonogiri hanya sebesar 2,2%, sedangkan ntuk Kabupaten Klaten sebesar 8,83 %. Berdasarkan hal tersebut, maka Pranata Mangsa sudah tidak dapat dijadikan sebagai patokan dalam menentukan awal musim di Kabupaten Wonogiri karena tingkat keakurasiannya kurang.
| 20101106.1 | PUS a 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain