Tugas Akhir
Analisis Curah Hujan Di Kalimantan Tengah Saat Kemunculan Dipole Mode Dan El Nino Secara Bersamaan Pada Tahun 1992 Dan 1997
ABSTRAK
Pada tahun 1992 dan 1997 pernah terjadi dimana fenomena Dipole mode pada Samudera Hindia muncul bersamaan dengan munculnya fenomena El Nino pada Samudera Pasifik. Kejadian ini pasti juga akan berpengaruh bagi cuaca di Indonesia (khususnya hujan) yang letaknya diapit diantara tempat fenomena Dipole mode (sebelah barat Indonesia) dan El Nino (sebelah timur Indonesia) itu terjadi. Dalam tulisan ini, penulis ingin mengetahui kondisi curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah saat terjadi fenomena dipole mode negatif dengan el nino secara bersamaan (1992) yang secara teori keduanya memiliki pengaruh yang berlawanan terhadap curah hujan dan saat terjadi fenomena dipole mode positif dengan el nino secara bersamaan (1997) yang secara teori memiliki pengaruh yang sama-sama menambah curah hujan indonesia.
Berdasarkan hasil analisa dari beberapa lokasi penelitian di Kalimantan Tengah dapat dilihat secara jelas perbedaan kondisi hujan saat kemunculan fenomena dipole mode negatif dan el nino secara bersamaan (1992) dengan saat kemunculan fenomena dipole mode positif dan el nino secara bersamaan (1997). Pada tahun 1992 saat terjadinya dipole mode negatif dan el nino secara bersamaan menunjukkan bahwa sifat curah hujan bulanan bervariasi dari bawah normal, normal, dan atas normal. Selain itu, terdapat beberapa lokasi yang mengalami penambahan dan pengurangan jumlah bulan kemarau. Sedangkan pada tahun 1997 saat terjadinya dipole mode positif dan el nino secara bersamaan menunjukkan bahwa di semua lokasi penelitian didominasi sifat curah hujan bulanan di bawah normal. Selain itu, terjadi juga penambahan jumlah bulan kemarau tanpa adanya pengurangan jumlah bulan kemarau di semua lokasi penelitian.
| 20101089.1 | PAN a 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain