Tugas Akhir
Studi Precursor Gempa Bumi Dengan menggunakan Metode Magnet
ABSTRAK
Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng tektonik besar yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Ketiga lempeng ini bergerak relatif satu terhadap yang lain, akibatnya tumbuhlah stress pada batuan. Batuan yang terus menerus mendapat stress lama kelamaan akan patah karena batas kemampuan batuan untuk menahan stress terlampaui. Patahan inilah yang nantinya akan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gempabumi.
Patahan tersebut menyebabkan material-material pada batuan mengalami perubahan, misalnya adanya anomaly medan magnet, gravitasi, tinggi air tanah, radon (radio aktif) dsb. Hingga saat ini belum ada yang dapat memprediksi kapan terjadinya gempabumi. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mem-pre-deteksi gempabumi salah satunya adalah studi precursor tentang gempabumi menggunakan metode magnet.
Berdasarkan rekaman gempa tanggal 25 Febuari 2008 pada pukul 16.13 WIB dengan magnitude Mw=7.2 dan pusat gempa berada pada lintang 2.49º LS dan bujur 99.97º BT serta kedalamannya 25 km. Dan berdasarkan data medan magnet dari stasiun Pelabuhan Ratu dan stasiun Tuntungan tahun 2008. Dari hasil analisa dengan metode magnet menunjukan bahwa terjadi anomaly nilai medan magnet 12 hari sebelum terjadinya gempa tercatat pada stasiun geofisika Pelabuhan Ratu dan 17 hari sebelum kejadian gempa di Tuntungan. Sehingga anomaly (penurunan nilai medan magnet) magnet dapat diindikasikan sebagai precursor.
| 20102003.1 | HAR s 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain