Buku
Analisa Labilitas Udara pada saat Cuaca Buruk di Medan
ABSTRAK
Fenomena hujan lebat, angin ribut, angin kencang, dan puting beliung saat ini sangat sering terjadi di Indonesia. Kejadiannya yang sangat mendadak sehingga sulit untuk diperkirakan. Fenomena ini terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang menghasilkan badai guntur/Thunderstorm. Badai guntur terjadi akibat labilitas keadaan atmosfer yang menyebabkan mekanisme pengangkatan udara. Hal ini juga diperkuat dengan adanya pola cuaca yang dapat mendukung labilnya atmosfer.
Dalam analisa cuaca tersebut di atas, dilakukan kajian untuk melihat keadaan
labilitas udara yang akan ditinjau dari perhitungan lapse rate, suhu konvektif (Tc), Convective Condensation Level (CCL) dan Equiblirium Level (EL), metode hodograph, harga Sholwater Index, K Indeks, Analisa COX, mengetahui nilai RH tiap lapisan, serta hasilnya digabungkan dengan analisa angin 3000 feet, citra satelit, dan data synop.
Sebagaimana kejadian pada kasus yakni pada tanggal 2 April 2009 dan 14
Agustus 2009 mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan kerusakan-kerusakan lainnya. Setelah dilakukan analisa didapatkan bahwa pada tanggal 2 dan 14 ini keadaan atmosfer labil. Adanya gangguan cuaca berupa Low, sirkulasi Eddy, dan Konvergen yang mempengaruhi mekanisme pembentukan awan.
| 20101107.1 | MAT a 551.5 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain