Tugas Akhir
INTERPRETASI GRADIEN VERTIKAL MEDAN MAGNET BUMI DALAM PENENTUAN LOKASI STASIUN MAGNET BUMI
ABSTRAK
Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam membangun stasiun pengamatan magnet bumi, seperti ketersediaan listrik, jaringan komunikasi yang memadai dan faktor keamanan. Selain itu lokasi yang dipilih hendaknya jauh dari gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan gradien vertikal akibat batuan setempatnya kecil atau kurang dari 1 nT/m. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur variasi magnet lokal pada dua ketinggian sensor yang berbeda disekitar tiga lokasi yang akan dijadikan stasiun pengamatan magnet bumi. Nilai variasi yang sudah dikoreksi kemudian dicari selisihnya pada ketinggian sensor yang berbeda. Nilai selisih kemudian diplot dan dianalisa untuk mendapatkan lokasi dengan nilai gradien vertikal yang kecil. Dengan menganalisa konturnya didapatkan hasil untuk Stasiun Obsevasi Liwa, nilai anomali medan magnet lokalnya berkisar antara +300 nT hingga -550 nT, sedangkan nilai gradien vertikalnya berkisar antara +190 nT/m hingga -90 nT/m. Di Stasiun Klimatologi Sicincin, nilai anomali medan magnet okalnya berkisar antara +270 nT hingga 0 nT, sedangkan nilai gradien vertikalnya berkisar antara +40 nT/m hingga -80 nT/m. Serta di Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci nilai anomali medan magnet lokalnya berkisar antara +80 nT hingga -120 nT, sedangkan nilai gradien vertikalnya berkisar antara +4 nT/m hingga -50 nT/m.
Kata kunci: penentuan lokasi stasiun magnet bumi, gradien vertikal, anomali medan magnet lokal
| 20122031.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain