Tugas Akhir
ANALISA STATISTIK TINGKAT KEAKTIFAN GEMPA BUMI DI DAERAH BALI DAN NUSA TENGGARA Tahun 1973-2011
ABSTRAK
Bali dan Nusa Tenggara merupakan daerah aktif gempa bumi karena terletak diantara pertemuan lempeng Indo–Australia dengan lempeng Eurasia. Sistem pergerakan lempeng di daerah ini adalah jalur penunjaman (zona subduction), dimana lempeng Indo–Australia menunjam terhadap lempeng Eurasia. Hal ini dibuktikan dari hasil pencatatan gempa selama 38 tahun (1973
- 2011) terjadi gempa sebanyak 2168 gempa bumi dengan magnitude ≥ 4.5 SR
dan kedalaman h ≤ 6.5 .
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisa secara statistik kegempaan di daerah Bali dan Nusa Tenggara dengan batas wilayah 7° LS - 14° LS dan 113° BT - 128° BT dengan menggunakan metode Likelihood. Dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa dari nilai a dan b akan didapatkan indeks seismisitas, periode ulang dan tingkat resiko gempanya.
Nilai a tertinggi terdapat pada wilayah B4 yang meliputi Kabupaten Kupang dan sekitarnya yang memiliki tingkat seismistas yang tinggi. Sedangkan wilayah A3 yang meliputi Kabupaten Sumba Timur, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, dan Flores Timur memiliki tingkat seismistas yang rendah.
Nilai b tertinggi tedapat pada wilayah B4 yang meliputi daerah Kupang dan sekitarnya sangat sering terjadi gempabumi dan daerah ini biasanya memiliki frekuensi gempa dengan magnitude kecil yang tinggi. Pada wilayah A3 memilki nilai b yang rendah yang meliputi Kabupaten Sumba Timur, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, dan Flores Timur wilyah ini berpotensi untuk terjadinya gempa dengan skala magnitude yang besar.
| 20122027.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain