Tugas Akhir
PERBANDINGAN NILAI PERCEPATAN TANAH ANTARA DATA ACCELEROGRAPH DENGAN BEBERAPA RUMUS EMPIRIS DI DAERAH JAWA BARAT
Abstrak
Propinsi Jawa Barat merupakan salah satu propinsi yang memiliki tingkat kerawanan gempabumi yang cukup tinggi. Daerah ini potensial dan memiliki nilai ekonomi tinggi karena merupakan sentra pemerintahan, sentra pertanian, perkebunan, dan pendidikan. Di sisi lain letaknya pada zona subduksi Palung Sunda mengakibatkan potensi besar tersebut harus berkompromi dengan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana gempabumi karena banyak dikelilingi oleh jalur pegunungan api aktif dan zona sesar aktif seperti, Sesar Baribis, dan Sesar Cimandiri yang juga termasuk bagian dari Zona Sesar Besar Jawa
Besar kecilnya percepatan tanah menunjukkan risiko gempabumi yang perlu diperhitungkan sebagai salah satu bagian dalam perencanaan bangunan tahan gempa. Nilai percepatan tanah didapat dari seismograf khusus yang disebut strong motion seismograph atau accelerograph. Selain itu juga dapat dihitung dengan menggunakan perhitungan rumus empiris salah satunya adalah rumus Mc. Guirre R. K, Esteva dan Iyengar
Mengingat begitu pentingnya nilai percepatan tanah dalam menghitung koefisien seismik yang berguna dalam perencanaan bangunan tahan gempa, serta untuk membuat pemetaan sederhana daerah rawan gempabumi sedangkan jaringan accelerograph masih sedikit, maka perhitungan empiris perlu dibuat untuk mengetahui perbandingan nilai percepatan tanah yang didapat.
Data yang digunakan dalam penelitian adalah data accelerograph dari tahun 2007-2010 yang tercatat oleh accelerograph yang ada di wilayah Jawa Barat pada 5ºLS - 9ºLS dan 105ºBT - 109ºBT, lalu di bandingkan dengan perhitungan rumus empiris percepatan tahah Mc. Guirre, Esteva dan Iyengar dengan begitu di harapkan bisa kita bandingkan nilai percepatan tanah dari data accelerograph sehingga di temukan rumus empiris percepatan tanah yang paling cocok di daerah Jawa Barat.
| 20122005.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain