Tugas Akhir
KESETARAAN KARAKTERISTIK IKLIM MENURUT METODE DRYING POWER DAN METODE SCHMIDT FERGUSSON BERDASARKAN ELEVASI STASIUN
ABSTRAK
Karakteristik iklim dapat diklasifikasikan dengan menggunakan beberapa
metode Drying Power dan Schmidt Fergusson merupakan beberapa diantaranya.
Metode Drying Power menggunakan rumus empiris, sedangkan Schmidt
Fergusson dengan nilai perbandingan bulan basah dan kering.
Dalam penentuan karakteristik iklim dengan kedua metode tersebut di Stasiun
Meteorologi Maritim Tanjung Priok, Stasiun Meteorologi Cengkareng dan
Stasiun Meteorologi Citeko menggunakan data bulanan selama 10 tahun yaitu
periode 2002 – 2011. Dari hasil perhitungan Drying power dan Schmidt
Fergusson diperoleh bahwa Tanjung Priok memiliki karakter lembab dan agak
kering, Cengkareng dengan karakter lembab dan basah, sedangkan Citeko dengan
karakter luar biasa lembab dan sangat basah.
Dari hasil yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa terdapat kesetaraan antara
metode Drying Power dan Schimdt Fergusson di stasiun tersebut karena berada
pada golongan tingkat yang sama dan kedua metode tersebut terbagi menjadi 8
golongan.
| 20121140.1 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain